Batu Akik Bacan Elektrik/ Bacan Palamea
Batu
bacan merupakan salah satu kekayaan alam Maluku Utara. Istilah nama bacan
diambil dari nama pulau bacan yang digunakan sebagai tempat perdagangan batu
itu. Padahal, pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta yang
jaraknya tidak jauh dengan pulau bacan. Sejak tahun 1994 batu bacan menjadi
salah satu batu yang banyak dicari oleh kolektor batu mulia dari luar negeri.
Sedang di Indonesia sendiri batu bacan mulai populer tahun 2005. Pada tahun
1960 dikatakan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno pernah dihadiahi batu bacan
ketika berkunjung ke pulau bacan. Yang lebih menarik lagi, batu bacan ini
adalah perhiasan penting yang digunakan oleh para warga dimasa empat kesultanan
yaitu Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Adapun Ciri-ciri batu Bacan
Elektrik :
1. Jenis, Batu ini biasanya banyak dijumpai
bagian dari jenis batu bacan doko, namun tak jarangada pula dari jenis bacan
palamea.
2. Corak, corak yang dominan adalah
adanya corak galur/sengatan listrik atau “setrum” yang ada di dalam batu
tersebut. Sehingga menjadikan tampak indah, artistik dan abstrak. Bahkan
sebagian ada yang mempunyai corak warna biru kemerah-merahan dan guratan emas.
3. Warna, dari segi warnanya jelas
berwarna biru, sesuai namanya “blue elektrik”. Namun ada pula yang biru tua,
bening atau menyala. Jika anda susah membayangkan warnanya, coba anda bayangkan
nyala api biru kompor gas, maka seperti itulah kira-kira warna batu bacan blue
elektrik.
4. Keindahan, dari segi keindahannya
tak kalah dengan batuan jenis Royal Blue Sapphire. Sehingga banyak yang menamakan
bacan blue elektrik ini bengan “blue sapphire”nya indonesia.
5.
Biasanya jika disorot dengan senter akan
tembus cahaya.
Walaupun warna batu
bacan yang sering di temui adalah warna hijau tua dan hijau muda kebiruan, akan
tetapi sebenarnya batu bacan memiliki warna lain kurang lebih hingga 9 macam
warna seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan,
keunguan, dan warna coklat.
Ada empat kelebihan
yang dimiliki batu bacan. Pertama, batu bacan merupakan batu hidup yang dapat
berproses secara alamiah asalkan dipakai setiap hari. Misalkan batu bacan warna
hitam akan bisa berubah warna menjadi hijau jika dipakai setiap hari.
Bentuknya bisa seperti cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Kedua, dapat
menyerap senyawa lain yang melekatinya. Misalnya batu bacan jenis doko jika
dikaitkan dengan pengikat berbahan emas maka emas tersebut akan terserap ke
bagian dalam batu bacan lalu akan muncul bintik-bintik emas. Ketiga, batu bacan
memiliki tingkat kekerasan hingga 7,5 skala Mohs bahkan dikatakan melebihi batu
giok. Keempat, tentu saja harganya yang mahal.
Foto-foto
Batu Akik Bacan Elektrik :




